Nak, ibu masih ingat ketika 7 tahun ke belakang harus dgn rela meninggalkan kalian from 7 to 5. Setiap pagi saat membuka mata selalu dibarengi dgn helaan nafas yg sangat berat, seperti tidak rela memulai rutinitas setiap hari. Bilamana kedapatan extra time rasanya saat pulang ke rumah pengen pakai pintu doraemon aja biar bisa cepet ketemu kalian, meskipun hanya berjarak 10 menit tempuh.
Nak, kala itu ibu seringkali menolak ajakan teman-teman utk makan siang di luar, di tempat-tempat yg seharusnya ibu datang kesana bersama kalian. Karena selalu teringat kalian di daycare, yg ibu juga tak tahu apa kalian sudah makan enak atau tidur yg nyenyak siang itu.
Nak, sekarang ibu bersyukur lebih memilih membersamai kalian. Meskipun mungkin sekarang tak selalu bisa membelikan mainan yg mahal utk kalian, jalan-jalan ke mall tiap minggu, membelikan jajanan yg kalian inginkan, baju-baju yg ter up to date... Tapi paling tidak ibu bisa memenuhi rikues kalian utk masak makanan favorit kalian, anytime.
Nak, maafkan ibu meskipun sekarang ibu selalu nampak di mata kalian tapi kadang nyawa ibu terlalu asyik menatap gadget atau asyik dgn pekerjaan rumah lainnya. Maafkan ibu yg mungkin dgn keadaan sekarang kalian lebih sering dengar omelan dari mulut ibu dibanding jaman ibu masih ngantor.
Nak, ibu sekarang tahu bedanya membersamai kalian, menanamkan nilai-nilai pada kalian, menasehati kalian 24/7 dibanding dulu yg hanya bersama sebentar di saat kita sama-sama lelah dan ujung-ujungnya ga ada yg namanya quality time itu.
Semoga Allah SWT selalu meridhoi pilihan kita ya nak, memudahkan setiap langkah yg sudah kita niati dan menjadikan kita semua penghuni surga-Nya, bersama-sama. Aamiin Ya Rabb...
Depok, 13 Desember 2017
Jam 00.10 dikala ibu tak bisa tidur karena efek kopi
Teruntuk anak-anakku yg sholih dan sholiha,
Mas Acan dan Adek Uma
Selasa, 12 Desember 2017
Teruntuk anak-anakku
Selasa, 10 Oktober 2017
Bekerja sesuai passion
Terlalu banyak ide di kepala.
Mau bikin ini itu, mau masak ini itu, mau baking ini itu. Lalu dijual dan ditawarkan di sosmed ato teman-teman sekitar.
Tapi apa daya, waktu dan tenaga masih belum mumpuni. Ada anak-anak yg masih merengek minta dimasakin makanan favoritnya, ada suami yg harus dinas luar kota demi tuntutan pekerjaan dan demi bayar sekolah hehe...
Alhamdulillah selalu bersyukur, inshaallah suatu saat Allah SWT akan kabulkan jika memang keinginan saya ini yg terbaik bagi kami. Tanpa melupakan kewajiban menjadi seorang ibu dan istri, dan menjadikannya hobi yg menghasilkan.
Langganan:
Postingan (Atom)