Kamis, 27 September 2018

Destiny

Saya adalah anak bungsu dari 2 bersaudara, kebanyakannya anak bungsu itu menangan alias gak mau kalahan wkwkk... Saya dilahirkan dari seorang ibu pekerja yg sangat strong bangun jam 3 dini hari, bekal dan sarapan sudah siap jam 5 teng! Bapak saya juga seorang pekerja keras, pagi sampe siang ngajar, sorenya buka salon cukur rambut sampe malem. Mbak saya, tipikal anak yg cukup nrimo, gak banyak protes meskipun adike mintanya menangan hahahaa... How i love my childhood 😍

Selepas kuliah, saya ikut jobfair di kampus saya ITS, seperti kebanyakan anak fresh graduate lainnya. Tak lama, selang 3 bulan setelah wisuda, tes abcde utk beberapa perusahaan, alhamdulillah ketrimalah jadi pegawai di perusahaan BUMN kelistrikan, PLN. Selama rentang 3 bulan itu juga sempet ikut tes CPNS di jakarta, utk kementrian komunikasi dan informatika. Nekat sih ke jakarta, secara saya adalah anak perempuan bungsu, tapi ibu saya tidak menghalangi karena saya merasa peluang gelar D4 saya di instansi tersebut cukup dihargai. Setelah tes pertama lolos, balik lagi utk tes ke-2 di kantor kominfo di medan merdeka jakarta. Disanalah takdir berkata, saya ketemu calon ayahnya anak-anak meskipun akhirnya pekerjaan sebagai PNS di instansi tersebut tak saya dapatkan. Alhamdulillah dapetnya suami dgn pekerjaan yg dulu saya mau apply juga hahahaa... Lagi-lagi takdir. 

Saya mulai sebagai pegawai OJT di jawa barat, akhirnya penempatan di depok. Alhamdulillah calon suami saat itu juga sudah mulai ngantor di jakarta. Tak lama setelah terima SK pegawai saya nikah. Umur 23 nikah, umur 24 sudah punya baby 😅😅 jelas kena baby blues dong hihihii... Setelah drama ART, anak bertahun-tahun dititipkan di daycare, personel baby nambah 1 lagi. Tujuh tahun bekerja akhirnya saya memutuskan untuk resign. Saya merasa sudah cukup waktu saya bukan full untuk anak-anak. Nekat sih, saya mikirnya juga semoga Allah mudahkan lunasi hutang rumah kami. Alhamdulillah setelah hitung-hitungan tabungan dan pesangon bisa terbebas dari hutang. Alhamdulillahnya lagi orang tua yg tadinya agak alot karena menyayangkan pekerjaan saya yg cukup mapan dan bergaji lebih dari cukup, dan mungkin karena dgn usaha mereka yg dulu pontang-panting kerja siang sampe malam, kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki akhirnya saya dapat pekerjaan bergengsi, akhirnya mereka meridhoi usaha saya yg selama 2 tahun meminta restu utk resign, meskipun dgn sangat berat hati pastinya. Maaf ya pak, bu.. Belum bisa bikin bangga dan selalu ngrepotin dari kecil sampe tua begini 😢

Mudah-mudahan Allah ridhoi keputusan kami, memudahkan pengasuhan utk menjadikan anak-anak kami anak sholih dan sholihah, mencukupkan dgn yg berkah dan halal, dan menjadikan kami umat yg selalu bersyukur bagaimanapun keadaan kami, menjadikan kami keluarga yg selamat dunia akhirat dna berkumpul bersama-sama di surga-Nya, aamiin... 😊😊

Senin, 01 Januari 2018

Tertimbun kenangan

Seperti tenggelam di dalam kenangan masa lalu. Beberapa hari ini menikmati sekali kembali muda dan bersenang-senang. Flashback ke jaman kuliah, yg menurut saya masa-masa paling menyenangkan dalam hidup saya... Selain masa SD tentunya.

Masa dimana kamu masih bisa main tapi tetap bertanggung jawab. Masa dimana kamu mulai menentukan arah hidupmu, kesukaanmu, cita-citamu. Masa dimana mencoba banyak hal baru dan bersenang-senang sekali! Iya, itu bagi saya... Tentu berbeda bagi orang lain.

Masa dimana kamu begitu kesulitan menyelesaikan tugas kuliah, tugas akhir dan segala tetek bengeknya dan berakhir dengan cukup baik dan membanggakan orang-orang yg kamu cintai.

Saya begitu merindukan kembali "nakal", main terus, jalan terus. Tetapi tetap di "jalan yg benar" dan menyelesaikan kewajiban terhadap orang tua. Doing my favorite thing, my favorite place, meskipun gak punya cukup uang utk bermewah-mewah karena keterbatasan uang saku wkwkwk...

Punya banyak teman, kenalan baru, pengalaman baru. Kenangan indah dan menyenangkan, mostly.

Saya rindu, kembali ke bangku itu, kembali ke tempat itu dimana kita bertukar pikiran dan bercanda bersama. Jalan-jalan ke taman, makan pentol, rujakan, curhat di kost temen, naik sepeda onthel, keliling surabaya, mendengarkan musik, menyelesaikan tugas kuliah, berhasil compile program, lolos sidang TA, naksir-naksiran, dapat nilai A, enggak ngulang, lolos tes TOEFL, nyalon rame-rame sebelum wisuda.

SAYA KANGEN TEMAN!


12 tahun lalu kita masih seperti itu.
Apa kabarmu, kawan? Apakah kamu rindu juga seperti aku?



Depok, 02-01-2018
Jam 10.29 WIB

-Things end, but sweet memories last forever-


Selasa, 12 Desember 2017

Teruntuk anak-anakku

Nak, ibu masih ingat ketika 7 tahun ke belakang harus dgn rela meninggalkan kalian from 7 to 5. Setiap pagi saat membuka mata selalu dibarengi dgn helaan nafas yg sangat berat, seperti tidak rela memulai rutinitas setiap hari. Bilamana kedapatan extra time rasanya saat pulang ke rumah pengen pakai pintu doraemon aja biar bisa cepet ketemu kalian, meskipun hanya berjarak 10 menit tempuh.

Nak, kala itu ibu seringkali menolak ajakan teman-teman utk makan siang di luar, di tempat-tempat yg seharusnya ibu datang kesana bersama kalian. Karena selalu teringat kalian di daycare, yg ibu juga tak tahu apa kalian sudah makan enak atau tidur yg nyenyak siang itu.

Nak, sekarang ibu bersyukur lebih memilih membersamai kalian. Meskipun mungkin sekarang tak selalu bisa membelikan mainan yg mahal utk kalian, jalan-jalan ke mall tiap minggu, membelikan jajanan yg kalian inginkan, baju-baju yg ter up to date... Tapi paling tidak ibu bisa memenuhi rikues kalian utk masak makanan favorit kalian, anytime.

Nak, maafkan ibu meskipun sekarang ibu selalu nampak di mata kalian tapi kadang nyawa ibu terlalu asyik menatap gadget atau asyik dgn pekerjaan rumah lainnya. Maafkan ibu yg mungkin dgn keadaan sekarang kalian lebih sering dengar omelan dari mulut ibu dibanding jaman ibu masih ngantor.

Nak, ibu sekarang tahu bedanya membersamai kalian, menanamkan nilai-nilai pada kalian, menasehati kalian 24/7 dibanding dulu yg hanya bersama sebentar di saat kita sama-sama lelah dan ujung-ujungnya ga ada yg namanya quality time itu.

Semoga Allah SWT selalu meridhoi pilihan kita ya nak, memudahkan setiap langkah yg sudah kita niati dan menjadikan kita semua penghuni surga-Nya, bersama-sama. Aamiin Ya Rabb...

Depok, 13 Desember 2017
Jam 00.10 dikala ibu tak bisa tidur karena efek kopi

Teruntuk anak-anakku yg sholih dan sholiha,
Mas Acan dan Adek Uma


Selasa, 10 Oktober 2017

Bekerja sesuai passion

Terlalu banyak ide di kepala.

Mau bikin ini itu, mau masak ini itu, mau baking ini itu. Lalu dijual dan ditawarkan di sosmed ato teman-teman sekitar.

Tapi apa daya, waktu dan tenaga masih belum mumpuni. Ada anak-anak yg masih merengek minta dimasakin makanan favoritnya, ada suami yg harus dinas luar kota demi tuntutan pekerjaan dan demi bayar sekolah hehe...

Alhamdulillah selalu bersyukur, inshaallah suatu saat Allah SWT akan kabulkan jika memang keinginan saya ini yg terbaik bagi kami. Tanpa melupakan kewajiban menjadi seorang ibu dan istri, dan menjadikannya hobi yg menghasilkan.

Selasa, 09 Desember 2014

Motherhood

Ternyata saya belum merilis tulisan ini, sepertinya dari 2-3 tahun lalu pas adek uma belum lahir. Alhamdulillah saya bersyukur memutuskan menjadi ibu rumah tangga dan menemani anak-anak saya, sungguh sangat bersyukur atas semua karunia dan rezeki yg selalu dilimpahkan Allah SWT untuk keluarga kecil kami 😊

------------------------------------------------------------------

Sehari kemarin saya bolos kerja karena si unyil sakit. Dari situ saya berpikir saya ingin selalu ada buat dia dikala sakit. Bisa jadi karena saya terlalu cengeng, tapi apalah arti semua nikmat dunia jika orang yg kita sayangi terbaring lemah dan tidak menikmati apa yg kita nikmati.

Saya terlahir dari seorang working mom, ibu saya seorang abdi negara yg bekerja dari pagi hingga sore. Beliau tidak pernah meninggalkan rumah dengan keadaan meja makan kosong. Selalu saja penuh disaat anak-anaknya bangun tidur langsung menyerbu meja makan hanya utk minum teh, bahkan disaat saya SMP dimana saya harus berangkat jam 05.30 demi mengejar bis kota ibu selalu siap dgn masakannya yg lezat. Tidak pernah saya melewatkan sarapan, makan siang, atau makan malam tanpa masakan ibu (kecuali pengen jajan diluar). Bahkan dari kecil sampai kuliah saya sering bawa bekal makan siang dan air minum dari rumah. Beliau selalu dgn sigap bangun jam 03.00 dini hari utk beres2 rumah dan memasak. Ah ibu saya memang yg terbaik...

Ada kala disaat saya duduk di bangku kelas 3 SD, saya sakit demam dan pagi itu saya berharap ibu tidak berangkat kerja utk menemani saya di rumah. Tapi kenyataan berkata lain, karena kewajibannya beliau harus masuk kerja dan saya cukup puas di rumah dgn tetangga saya yg memang bekerja di rumah membantu ibu. Saat itu saya merasa sedih, nelongso kalau orang jawa bilang. Coba kalau ibu saya di rumah...

Saya dan kakak saya, bisa sampai segede ini, bisa kuliah dan sudah membangun rumah tangga sendiri2 tak lepas dari peran ibu bapak saya. Meskipun ibu saya bekerja, bapak saya bekerja dari pagi sampai malam (bapak saya pagi jadi guru sekolah tuna rungu, sore sampai malem harus standby di salon cukur rambut yg beliau rintis dgn sodara2nya dari masa bujang), tidak akan menjadikan mereka orang tua yg gagal dan tidak menjadikan kami anak2 yg gagal kalau boleh dibilang demikian. Sejatinya memang tiap orang tua itu sudah memberikan yg terbaik, tidak ada istilah gagal dalam parenting.

Ibu di rumah atau ibu bekerja, tidak utk dibandingkan karena pasti mereka memberi yg terbaik utk kehidupan anak-anak mereka. Pun dengan saya, mungkin karena saya terlahir dari seorang ibu bekerja, saya tahu rasanya menjadi anak seorang ibu bekerja. Saya tidak ingin anak saya merasakan kesedihan yg saya alami seperti diatas (meskipun itu hanya seper sejuta ewu ewu eket dari bagian hidup saya yg mostly adalah bahagia).
Pun dgn ibu yg tetap ingin bekerja demi kehidupan yg lebih baik utk anak-anaknya.

Kamis, 13 November 2014

No knead bread by Sangjin Ko

Pengen banget nyobain resep ini, kata orang2 di grup FB NCC rekomen buat yg males nguleni kayak saya hehehe... Saya copas resepnya dari file grup NCC.

No knead Bread By Sangjin Ko
by Itari Astari
by Kania Joenoes

Bahan :
susu 100ml
Air 120ml
Gula 30gr
Garam 4gr
Ragi instan 6gr
Tepung protein tinggi 260gr
Tepung protein rendah 40gr
Mentega cair 30gr

Cara membuat versi pertama :
Tuang susu dan air pada mangkuk, lalu masukan gula dan garam, aduk dengan sendok hingga mencair.
Taburkan ragi instan pd mangkuk, biarkan selama 5 menit. Jika ragi sudah tercampur dlm air, aduk dgn sendok hingga mencair. Lalu masukan tepung, aduk hingga membentuk adonan yg kenyal. Lalu masukan mentega cair dan aduk lagi hingga tercampur rata.
Tutup mangkuk dengan plastik, lalu letakan pada suhu ruangan 25-28c (sy meletakan mangkuk di atas magic com) fermentasikan hingga adonan menjadi 2x lipat.
Lalu adoan siap di bentuk sesuka hati. isi dengan keju dan coklat.
Diamkan adonan yg sdh di bentuk hingga adonan mengembang 2x lipat. Oleskan campuran kuning telur dan susu cair di atas adonan roti.
Siapkan oven yg sdh di panaskan lk 10 menit, masukan roti panggang dg suhu 200c lk 20 menit dg api bawah.
Cara membuat versi kedua :
perbedaan adalah di cara fermentasinya.setelah ditutup plastik, fermentasikan adonan hingga mengembang 3x lipat, kurang lebih 1 jam.
tanpa perlu dikempeskan, langsung pindahkan mangkok ke dalam kulkas, lalu simpan minimal 6 jam.
keluarkan dari kulkas, diamkan 15 menit, lalu bentuk sesuai selera diamkan kembali sekitar 15 menit.
lanjutkan seperti cara pada versi pertama.
variasi yang bisa dilakukan :
tambahkan kuning telur dalam adonan, dimasukkan sebelum mentega cair. 1 - 2 kuning telur per 1x resep di atas, hasil akan lebih gurih dan lembut.
tambahkan gula 2x lipat untuk rasa lebih manis. cocok dijadikan roti sobek.
ganti seluruh cairan dengan susu, jadi total cairan adalah 220 ml susu,tanpa perlu air lagi. hasil akan lebih lembut.

Adonan diatas saya jadikan 2 macam roti, Cinnamon roll dan Roti gulung abon.

Cinnamon roll :
Tipiskan 1/2 adonan roti diatas. Utk filling, campur gula palem bubuk, mentega beku, kayu manis bubuk, almond. Aduk2 dgn tangan hingga rata dan mentega jadi remah2. Taburkan filling lalu gulung spt bolu gulung kemudian potong2 dan tata diatas loyang. Oven sampai matang.

Roti gulung abon :
Tipiskan 1/2 adonan roti diatas sebesar ukuran loyang 20x20. Olesi atasnya dgn susu cair dan atau kuning telur. Taburi wijen dan nori/daun bawang. Oven selama 15 menit. Tunggu hingga agak dingin, lalu olesi mayones dan taburi abon sapi/ayam. Gulung dan potong2.

Sabtu, 08 November 2014

Matcha roll cake

Sabtu sore kemarin jalan2 ke carrefour ternyata lagi ada obral buku2 gramedia. Harga sekitar 10-30 ribu. Ah muraaah...ambil deh buku resep 2 sama buku si unyil 1. Buku resep 2 cm 20 ribu, buku ensiklopedi olahraga buat si unyil cm 30 rb. Malem dibaca tuh buku resepnya... ada 1 resep yg nyantol, kok bahannya gampil bgt ga pake bahan tambahan kimia jg... ah masa sih bisa bikin bolu gulung (bolgul) dgn bahan simpel dan ga rempong. Langsung lah minggu siang dicoba, apalagi pas bgt dari dulu pengen coba bikin bolgul (ternyata susah jg ngegulungnya jd retak2... gpp not bad buat first try *menghiburdiri hahahaa)

Buat pemula rekomen jg resep ini pake metode kocok telur yg di tim (halah opooo iki bahasa bakingnya) Dijamin berhasil! Tapi ya gituuu ngegulungnya harus berkali2 nyoba kayaknya wkwkwk...

Resep ada di foto dan bukunya jg beserta hasil bolgul amatir yg retak2 wkwkwk... (gimana sih cara pake app android blogger ini kok fotonya ga iso ditata siiihh...embuh wis! hehe...)